5 Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Pribadi yang Tangguh

Nilai
Penilaian Pengunjung
[Total: 0 Average: 0]

Anak-anak adalah buah hati para orang tua, itu sudah menjadi hal yang pasti. Masa depan mereka akan menjadi aspek yang sangat di prioritaskan oleh para orang tua. Tentunya banyak sekali cara mendidik sang buah hati agar bisa meraih kesuksesannya. Tapi, banyak cara mendidik anak yang alih-alih terlihat baik tapi malah bikin anak menjadi manja, gampang ngerengek ya atau bisa disebut gak tangguh.

Orang tua akan sedih kalau melihat sang buah hati tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri, maka dari itu kali ini saya akan membahas 5 cara mendidik anak agar menjadi tangguh, yang akan membantu anda untuk mendidik sang buah hati.

1. Melatih Mental Anak

strong child

Anak yang memiliki mental kuat akan mudah menjalani kehidupan nya kelak. Cara mendidik mental juga gak sembarangan, banyak yang alih-alih mendidik tapi ternyata hanya membuat anak menjadi manja.

Orang tua harus mendidik mental sang buah hati sejak dini agar dapat melihatnya menjadi orang yang tangguh nantinya.

Biarkan Anak Mencoba Hal Baru

Sesuatu yang baru biasanya dapat menimbulkan ketakutan bila gak dicoba dulu, karena ketidaktahuan terhadap sesuatu. Apabila orang tua selalu menahan anak nya untuk bereksplorasi dan tidak membiasakan untuk mencoba hal baru sejak dini dapat berakibat anak menjadi paranoid.

Anda bisa melatih mental anak dengan menyuruhnya merasakan hal-hal yang baru, bantu mereka untuk melawan rasa takut. Biarkan anak-anak bebas bereksplorasi selama masih dalam pengawasan anda.

Berikan Contoh Kepada Anak

Orang tua adalah idola bagi setiap anaknya. Berilah contoh yang baik kepada mereka, Karena mereka belajar dengan cara meniru.

Apabila anak memiliki ketakutan terhadap sesuatu cobalah untuk mencotohkan agar mereka menjadi berani.

Kalau anak takut berenang,takut ketinggian, coba ajak mereka untuk berenang dan ketempat-tempat tinggi untuk menghilangkan rasa takut mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa hal-hal seperti itu tidak berbahaya.

Berikan Anak Kepercayaan

Memberikan kepercayaan pada anak juga harus sesuai usianya. Cara memberi mereka kepercayaan bisa dengan memberi mereka sebuah tanggung jawab dari hal kecil yang sekiranya mereka masih melakukannya.

Jika anak semakin besar berilah tanggung jawab yang sesuai dengan usianya. Ketika mereka dididik dengan kepercayaan maka mereka akan belajar untukt mempercayai.

2. Ajarkan Disiplin Pada Anak

Disiplin adalah perasaan taat terhadap nilai-nilai atau rules yang merupakan tanggung jawab seseorang. Menjadi disiplin memang harus dibiasakan sejak dini, menjadi disiplin butuh waktu dan pembiasaan.

Seorang anak kelak menjadi disiplin apabila ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak dini. Disiplin bisa dimulai dari hal kecil yang setiap hari biasa dilakukan.

Tanggung Jawab Terhadap Barang yang Dipakai

Hal kecil seperti ini salah satu kunci untuk mendidik anak agar disiplin, sebelum disiplin terhadap hal-hal lain ajarkan terlebih dahulu untuk tanggung jawa terhadap apa yang dipakainya.

Bisa diawali seperti membiasakan anak merapihkan tempat tidur nya agar selalu terlihat rapih, memperhatikan kebersihan kamar nya dll.

Beritahu Tentang Norma yang Berlaku dalam Kehidupan

Beritahu mereka tentang aturan dirumah, sekolah dan masyarakat. Minta mereka untuk menjelaskan kembali agar mereka mengerti.Jelaskan tentang perbedaan aturan dalam setiap lingkungan.

Berikan contoh beradaptasi dalam lingkungan yang berbeda, karena mereka akan hidup di lingkungan yang berbeda kalian.

Membuat Jadwal Harian Sendiri

Ajari mereka membuat jadwal harian nya sendiri agar mereka belajar mengelola waktu dengan baik. Beri mereka saran dan menemani ketika membuat jadwal tapi, jangan terlalu bercampur tangan dengan jadwal mereka dan tetap mengawasi nya.

Jadwal harian dari mulai bangun tidur kegiatan apa saja yang harus dilakukan, berikan listing tanggung jawab mereka agar mereka mengelola sendiri bentuk jadwal harian mereka.

Membuat jadwal harian seperti ini adalah salah satu kunci penting untuk menjadi disiplin, orang-orang sukses pun memiliki jadwal harian, sehingga setiap hari mereka selalu memiliki apa yang akan dikerjakan dan hari mereka menjadi lebih produktif.

Baca Juga : Anak Jaman Sekarang Lebih Berpotensi Dari Jaman Old

3. Mengajari Etika Pada Anak

Etika merupakan aturan-aturan dalam berinterkasi, menjaga sopan santun dan adab kepada orang lain merupakan hal penting. Etika tidak semata-mata tumbuh karena suatu hal, tetapi etika akan tumbuh apabila ditanamkan sejak dini.

Kalau mengupas tuntas etika ini saya rasa gak akan ada habisnya, begitu banyak hal-hal kecil yang masuk dalam kategori beretika, Sub judul ini akan membahas 3 etika penting yang harus diajarkan pada anak.

Prinsip 3 S (Senyum, Salam, Sapa)

Seberapa banyak anak kecil yang kabur atau menangis ketika disapa atau diajak bersalaman dengan orang yg lebih tua? sebelum itu terjadi pada anak anda, ajarkan pada mereka prinsip 3 S ini sejak dini agar mereka bisa respek terhadap orang lain kelak.

Sejak usia 2 tahun mereka sudah bisa diajarkan untuk bersikap senyum manis apabila bertemu dengan seseorang, tapi dimulai dari anda untuk mencontohkan kepada mereka karena, anak-anak adalah peniru yang hebat.

Seiring bertambah nya umur anda bisa mengajarkan salam dan sapa , ketika anak sudah bisa berbicara, biasakan mereka untuk menyapa seseorang seperti “Hai” atau “Apa Kabar” hal kecil seperti 3 S ini akan merupakan salah satu etika dalam kehidupan.

Menghormati Orang yang Lebih Tua

Nilai ini sangatlah penting dalam aspek beretika, berawal dari bentuk panggilan terhadap yang lebih tua, panggilan ini bisa disesuaikan dengan tradisi masing-masing, dilanjut dengan cara berperilaku, tata krama, cara berbicara dll.

Berbicara Dengan Menatap Lawan Berbicara

Cara berbicara juga gak kalah penting dengan yang lain, kelak anak-anak akan berinteraksi di kehidupan sosialnya. Salah satu etika dalam berbicara adalah mentap lawan berbicara.

Banyak sekali anak muda sekarang yang tidak memiliki etika seperti ini, ketika diajak bicara dia hanya menunduk sibuk dengan layar gadget nya saja.

Hal ini terjadi karena tidak dibiasakan etika berbicara sejak dini sehingga terjadi fenomena sosial yang buruk seperti itu.

4. Bentuk Mindset Pada Anak

Pola pikir dapat mempengaruhi bagaimana seseorang akan hidup kedepannya. Tanamkan pola pikir untuk menjadi tangguh sejak dini dan lakukan beberapa pembiasaan agar pola pikir tersebut mengakar pada diri sang anak.

Pada dasarnya anak-anak sudah memiliki pola pikir yang membuat mereka tangguh, akan tetapi banyak cara mendidik yang perlahan mengikis pola pikir tersebut.

Sebagai orang tua, kalian harus menjaga agar pola pikir buah hati bisa terus berkembang dan tetap memiliki tujuan yang sama. Berikut adalah 4 pola berpikir tangguh yang dimiliki anak kecil :

Imajinatif

Anak kecil memang cendurung berpikir imajinatif, karena logika mereka memang belum berkembang, seiring bertambah usia mereka akan bisa membedakan mana yang realistis dan khayalan.

Hingga taraf tertentu logika memang bagus, tapi terkadang untuk meraih sukses mereka butuh pola pikir yang imajinatif agar dapat menciptakan trobosan-trobosan baru.

Selalu Ingin Tahu

Kalau sekarang biasa disebut kepo. Anak kecil memang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi mereka selalu memiliki pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hal itu sangatlah lumrah, dengan bertanya pengetahuan mereka akan bertambah.

Buatlah anak anda agar selalu berpikir haus akan ilmu, agar mereka selalumencari tahu dan selalu belajar, dengan begitu mereka akan memiliki wawasan sangat luas.

Tidak Terlalu Memikirkan Hinaan Orang

Banyak istilah begini “jangan terlalu diambil hati” itulah istilah yang pas pada list ini. Anak kecil cenderung tidak peduli dengan yang orang lain katakan tentang mereka dan terus berbuat sesuatu yang disukanya.

Tanamkan pada anak anda pola pikir seperti ini sejak dini, suatu saat ketika mereka menjadi orang besar, mereka tidak akan mudah terbawa oleh hinaan dari para haters, dan bisa dikatakan memiliki jiwa yang tangguh.

Tidak Takut dengan Kompetesi

Sejak awal anak-anak memiliki jiwa berkompetisi, bisa dilihat ketika mereka beradu permainan pantang menyerah sebelum mereka menang.

Jiwa kompetisi sangatlah penting, peran orang tua harus membuat jiwa ini mendarah daging. di kehidupan nantinya ketika anak memiliki jiwa kompetisi yang kuat, mereka akan menjadi tangguh dan dapat survive dalam kehidupannya.

5. Jadikan Mereka Sebagai Problem Solver

Ajarkan mereka menyelesaikan masalah nya sendiri sejak dini, kelak merak akan mendapat masalah-masalah besar dalam kehidupannya, peran orang tua bukan mencegahnya tapi bagaimana mendidik si anak agar mampu menghadapinya.

Untuk menjadi tangguh, anak-anak harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri bukan selalu bergantung pada orang tuanya. Berikut 3 saran menjadikan anak sebagai problem solver.

Gunakan Metode Pemainan

Metode permainan bisa menjadi langkah awal untuk mendidik anak menjadi problem solver, dengan cara seperti ini mereka tidak akan merasa tertuntut dan akan lebih mudah memahaminya.

Manfaatkan media bermain anak sebagai metode pembelajaran, seperti bercerita atau pada kejadian sehari-hari.

Identifikasi Masalah Sendiri

Bantu anak anda dalam menemukan akar sebuah masalah tapi jangan terlalu bercampur tangan. Hal ini dilakukan untuk menetukan tindakan apa yang akan anak lakukan selanjutnya.

Misalanya apabila anak anda bertengkar dengan temannya anda bisa menyuruh untuk duduk dan memikirkan apa penyebabnya, kalau ternyata hanya salah paham anda bisa memintanya untuk kembali bergabung bermain dengan temannya lagi.

Memecahkan Masalahnya Sendiri

Biarkan anak belajar memecahkan masalah dalam hidupnya. Orang tua hanya memfasilitasi, mengawasi dan memberi bantuan apabila anak benar-benar tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pentingnya Mendidik Anak Menjadi Tangguh

Anak adalah penerus tongkat estafet orang tuanya, mendidik anak menjadi kewajiban bagi seluruh orang tua di dunia. Artikel ini diatas merupakan cara & saran mendidik anak menjadi manusia yang tangguh.

Anak-anak akan tumbuh besar di zaman yang berbeda dari sekarang, zaman yang lebih maju, lebih rentan dengan berbagai efek pergaulan dan lain lain.

 Sekian beberapa informasi tentang Cara Mendidik Anak yang saya lansir dari berbagai sumber.

Silahkan share jika bermanfaat????.

Silahkan beri komentar sekiranya ada yang kurang atau ada yang salah????.

Berikan Komentarmu