Sejarah Jawa Timur

Nilai
Penilaian Pengunjung
[Total: 0 Average: 0]

Dalam perjalanan sejarah bangsa, proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah Jawa Timur ternyata mempunyai perjalanan yang sangat panjang lho.

Dari sumber-sumber epigrafis dalam bentuk batu tulis (Prasasti Dinoyo) diketahui bahwa sejak abad VIII, kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang sampai ini masih di perdebatkan.

Prasasti Dinoyo
Sumber: dictio.id

Pada abad X, Jawa Timur menapaki fase baru. Jawa Timur yang sebelumnya merupakan wilayah pinggiran dari kerjaan Mataram kuno di Jawa Tengah, kemudian mendapatkan momentum sebagai pusat kekuasaan berbagai kerajaan.

Seperti Medang, Daha-Janggala, Singasari, dan Majapahit. Dalam hal ini, empu sendok adalah tokoh paling berjasa yang berhasil meletakan dasar-dasar pemerintahan di jawa timur.

Struktur pemerintahan secara hierarkhis terdiri dari pemerintahan pusat (kraton), wetek (daerah) dan wanua (desa). Struktur ini terus bertahan sampai abad XIII zaman singasari.

Pada abad ke XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan  di Indonesia di jaawa timur, di tandai dengan munculnya sebuah struktur baru dalam sebuah pemerintahan, yaitu Negara (provinsi).

Berdasarkan prasasti malamalurung dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar semi ningrat menyatakan bahwa struktur pemerintahan singasari dari pusat (kraton), Negara (provinsi), Wetek (kabupaten) dan Wanua (desa).

Pada masa kerajaan Majapahit, suasana itu mendapatkan berbagai penyempurnaan, terdiri dari Bhumi (pusat/kraton), Negara (provinsi/Bhatara), Wetek/wisaya (kabupaten/Tumenggung), Lurah/kuwu (Dusun/Rama). Anehnya struktur kenegaraan Majapahit (1294-1527) justru berkembang secara ketat pada masa Mataram (1582 -1755).

Wilayah Mataram dibagi secara konsentris terdiri dari Kuthagara/Nagara (Pusat/Kraton), Negaragung/Negaraagung (Provinsi Dalam), Mancanegara (Provinsi luar ), Kabupaten dan Desa.

Secara etimologis, sebutan Jawa Timur pada zaman Mataram Islam muncul derngan nama Bang Wetan, derngan wilayah meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur).

Selanjurnya setelah ada kasus China di Kartasura (1743), seluruh wilayah di pesisir utara Jawa seluruh pulau Maura jatuh ke tangan kompeni, sedangkan Mataram tinggal daerah wilayah pedalaman Jawa (Mancanagara Wetan -Mancanagara Kulon)

Dengan berakhirnya Perang Dipanegara (1830), seluruh Jawa Timur (BangWetan) dapat dikuasai Pemerintah Hindia Belanda.

Dari tahun 1830-1928 /1929, Belanda menjalankan pemerintahan dengan hubungan langsung Pemerintah Pusat VOC di Batavia derngan para Bupati yang berada di wilayah kekuasaanya.

Pemerintah Hindia Belanda yang sejak awal abad XX menerapkan politik imperialisme modern melakukan intensifikasi pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Provincient van Oost Java ) pada tahun 1929, dengan struktur pemerintahan, wilayah dan birokrasi tidak jauh berbeda seperti yang ada sekarang.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) seperti daerah lain, Jawa Timur diletakkan dibawah pendudukan militer Jepang.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menata kehidupan kenegaraan.

Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI dibentuklah Provinsi dan penentuan para Gubernurnya.

Untuk Pertama kalinya, R.M.T. Soeryo yang kala itu menjabat Presiden Bojonegoro ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama.

R.M.T Soeryo yang dilantik tanggal 5 September 1945, sampai tanggal 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyong ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur yang menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

R.M.T Soeryo
Sumber: id.wikipedia.org

Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur dan akan diperingati secara resmi setiap tahun, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur.

Sumber : Buku Peringatan Hari Jadi Ke -70 Provinsi Jawa Timur

Sumber : Jatim Prov

Sekian beberapa informasi tentang Sejarah Jawa Timur yang saya lansir

dari berbagai sumber.

Silahkan share jika bermanfaat????.

Silahkan beri komentar sekiranya ada yang kurang atau ada yang salah????.

Berikan Komentarmu